25.1.10

lowongan arsitek 2010 (metaphora)


Metaphora Solusi Rekan sejawat arsitek,

Studio arsitektur kami sedang mencari beberapa arsitek yang baru lulus,
untuk bergabung bersama kami. Honor yang kami tawarkan dua juta rupiah
untuk masa tiga bulan pertama, kemudian naik setelah itu. Fasilitas,
bonus, dan lain-lainnya mengikuti ketentuan di studio yang akan
dijelaskan kemudian.

Kami semua, mulai juru gambar sampai juru masak (Ya, juru masak, karena di tempat kami biasa makan bersama-sama
yang merupakan fasilitas studio) berharap nantinya dapat mencapai kesejahteraan bersama-sama.

Nama studio kami, "metaphora", berada di Jalan Pejaten Raya, Jakarta Selatan.

Bagi yang berminat silahkan mengirim cv via email kepada kami (metaphora.solusi@gmail.co
m)
Kami lebih mengutamakan yang bisa segera bergabung, sebisa mungkin di bulan Januari ini.

Mohon rekan sejawat berkenan mengabarkan ini kepada rekan yang mencari studio untuk bernaung.

Terima kasih atas bantuannya.

salam,

metaphora

metaphora.solusi@gmail.com


bisa dilihat di website : http://www.metaphora.co.id/

16.1.10

SAYEMBARA BANGKA BELITUNG ECO-PARK

Bangka Belitung Eco-Park

LATAR BELAKANG

Bangka-Belitung,..

dua pulau cantik di semenanjung bagian Barat Indonesia yang telah lebih dari tiga abad lamanya terus menerus diperebutkan, digadaikan, diperjual-belikan, hingga akhirnya terpaksa rela menerima kemiskinan dan kekeringan… kini bangkit untuk meraih kemenangan…

(terinspirasi dari buku Kepulauan Bangka-Belitung, 2003)

Berawal dari semangat untuk mengembalikan keindahan dan kecantikan bumi Bangka-Belitung, sayembara ini digagas. Hamparan alam yang terangkai lebih dari 140 pulau ini ibarat butiran intan yang harus diasah agar kembali berkilau sesuai dengan jati dirinya. Sebagian bumi pertiwi yang dikitari lebih dari 50 pantai yang sangat elok ini harus menjadi salah satu tempat tetirah yang dapat dinikmati dunia melalui alam tropis hangatnya yang bersahabat. Visit Babel-Archipelago 2010 adalah momentum yang sangat tepat untuk membangkitkannya.

“Dari Pangkalpinang,… mulai pangkal kemenangan…” tutur Bung Karno saat meninggalkan ribuan rakyat Bangka untuk kembali ke Jakarta guna melanjutkan perjuangan kita meraih kebebasan. Namun kini, kemenangan yang dimaksud adalah keberhasilan kita untuk bersama-sama menata kembali lingkungan menjadi habitat yang nyaman bagi semua; bagi manusia, flora, dan fauna-dalam sebuah keseimbangan ekologis yang mendekati sempurna…

Untuk itu kita harus dapat meraih kemenangan dari keinginan untuk mementingkan diri sendiri dan kelompok serta ego yang berlebihan sehingga menimbulkan kerusakan lingkungan yang kini telah menjadi isu terpenting di dunia. Tentu saja penanganannya tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja melainkan melalui kerjasama global. Pemerintah Indonesia telah memberikan komitmennya melalui program Millenium Development Goals yang salah satu butir tujuannya adalah memastikan keberlanjutan lingkungan. Indonesia juga berperan aktif dalam pertemuan dunia untuk program climate change di Bali (2007) yang menghasilkan kesepakatan ‘Bali Road Map’ yang dalam pertemuan lanjutan di Kopenhagen (2009), Indonesia menjadi salah satu inisiator kunci dalam usulan pengurangan emisi gas karbon untuk negara maju dan negara berkembang dengan indikator yang lebih terukur.

Sayembara ini memberi penekanan pada penggalian gagasan untuk mengupayakan kembalinya alam menjadi habitat yang asri dan berkelanjutan. Gagasan tersebut dituangkan dalam masterplan yang dapat memperlihatkan konsep re-greening dan reklamasi lahan pasca penambangan serta memadukannya dengan program-program: konservasi, preservasi, edukasi, riset, agrowisata, pemberdayaan masyarakat dan rekreasi secara terpadu seluas +/- 1100 ha. Gagasan-gagasan yang dihasilkan diharapkan menjadi alternatif model pengembangan kawasan pasca tambang yang dapat diaplikasikan di daerah-daerah lain di seluruh Indonesia.

TUJUAN

Tujuan sayembara ini adalah terkumpulnya beberapa gagasan terbaik yang diwujudkan dalam bentuk masterplan kawasan yang dapat dijadikan pedoman dalam pengembangan rancangan selanjutnya.

Sasaran kegiatan ini adalah menghasilkan rancangan yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan pasca penambangan timah, mengembangkan potensi alam menjadi kawasan pariwisata berdasarkan prinsip ekologis, mengintegrasikan kegiatan masyarakat dalam eko-wisata.

Dalam setiap tahapnya, diharapkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) yang meliputi masyarakat, swasta, pemenang sayembara, LSM, universitas, pihak pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya akan dilibatkan melalui forum diskusi.

RUANG LINGKUP

Ruang Lingkup Perencanaan

Kawasan perencanaan berada di lokasi antara kota Pangkalpinang dan Sungailiat yang sebagian besar merupakan area pasca penambangan seluas +/- 1100 ha seperti terlihat pada Gambar 3.1 berikut. Panjang kawasan hampir mencapai 5 km dari jalan propinsi yang menghubungkan Pangkalpinang di sebelah Selatan dan Sungailiat di sebelah Utaranya. Gambaran umum kawasan perencanaan berupa foto-foto lokasi, dapat dilihat pada Lampiran 3 (Foto-foto lokasi).

Pada Tahap I, peserta diminta untuk merencanakan masterplan keseluruhan area dengan mengacu pada 4 Zona yang telah ditetapkan, yang meliputi: (1) Zona A Riset dan Pendidikan, (2) Zona B Rekreasi, (3) Zona C Eco-Resort dan (4) Zona D Preservasi. Akses ke lokasi dimungkinkan melalui 3 (tiga) area, yaitu melalui gerbang di Zona D, Zona A, dan Zona C.

Gambar 3.1 Foto Udara Kawasan Perencanaan

Gambar 3.2 Peta Kawasan

Deskripsi keempat zona yang dimaksud adalah sebagai berikut.

A. ZONA RISET dan EDUKASI ( +/- 140 ha)

Zona ini berada pada lahan pasca tambang yang di dalamnya sudah dilakukan uji coba penanaman berbagai jenis tanaman lokal (Lihat Lampiran 4). Pada zona ini, telah dilakukan penelitian dalam mengupayakan peningkatan kualitas air melalui proses passive treatment berupa penyaringan air bersih yang sumbernya berasal dari air kolong (danau yang tercipta akibat penambangan timah).

Zona ini diarahkan sebagai area yang memfasilitasi kegiatan riset dan edukasi yang didukung oleh sarana dan prasarana sesuai dengan jenis kegiatannya, seperti : jaringan infrastruktur, laboratorium, bangunan pendidikan dan lain-lain, yang bertujuan untuk mengetahui kualitas tanah, air dan udara lahan pasca tambang serta kemungkinan pemanfaatan dan pengembangannya.

Dalam zona ini juga diminta untuk disediakan fasilitas museum tambang; museum yang memperlihatkan proses penambangan melalui berbagai media audio visual dalam ruangan tertutup. Museum ini juga dilengkapi dengan musium terbuka yang memungkinkan para pengunjung dapat melakukan proses penambangan secara langsung dengan supervisi pengelola museum. Peserta diminta menetapkan sendiri jenis fasilitas riset, fasilitas edukasi, museum dan sarana pendukungnya.

Seluruh fasilitas fisik pada zona ini hanya diperbolehkan menggunakan 15% dari luas total lahan. Luas lahan lainnya harus dihijaukan kembali dengan menggunakan tanaman keras lokal Bangka Belitung. Pada zona ini terdapat salah satu entrance menuju kawasan dari arah jalan sisi Barat. Jalan ini merupakan jalan provinsi eksisting yang menghubungkan kota Pangkal Pinang dan kota Sungailiat.

Gambar 3.3 Proses Passive Treatment

B. ZONA REKREASI (+/- 100 ha)

Zona ini terletak di bagian Selatan tapak (lihat peta), di kawasan yang sudah memiliki potensi alam yang memukau yaitu tiga danau masing-masing seluas (5.5 ha, 6.3 ha, 6.8 ha). Danau ini tercipta akibat dari penambangan yang dilakukan sejak bangsa Belanda memulai kegiatan penambangan di tanah air.

Pada tepian danau telah tumbuh tanaman perintis yaitu tali purun yang turut membantu proses peningkatan kualitas air sehingga dapat ditinggali oleh beberapa jenis ikan. Terdapat pula aliran air sungai yang bermuara di danau ini yang menjadikan air danau senantiasa bersih. Saat ini, masyarakat sekitar telah melakukan beberapa aktivitas keseharian seperti: kegiatan memancing, atau sekedar menikmati keindahan danau pada sore hari.

Para Peserta diberi kebebasan untuk menambahkan berbagai fasilitas rekreasi, misalnya restoran/kafe, fasilitas pertunjukan dan fasilitas rekreasi air di sekitar danau maupun di area danau itu sendiri serta berbagai fasilitas sarana pendukung lainnya. Seluruh fasilitas fisik pada zona ini hanya diperbolehkan menggunakan 15% dari luas total lahan. Seperti halnya di Zona A, lahan lainnya harus dihijaukan kembali dengan menggunakan tanaman keras lokal Bangka Belitung.

Gambar 3.4 Suasana di sekitar Danau Tali Purun

C. ZONA ECO-RESORT (+/- 80 ha)

Zona ini berada di bagian Timur tapak (lihat peta). Sisi Baratnya dibatasi oleh rencana jalan provinsi, sedangkan sisi Timurnya dibatasi oleh pantai laut Cina Selatan. Zona ini mempunyai potensi alam berupa pasir putih yang masih belum banyak terjamah oleh manusia. Area pantai bukan merupakan area yang sensitif terhadap keberadaan terumbu karang.

Dalam zona ini peserta diminta untuk merancang kawasan eco-resort ; yaitu sebuah kawasan resort yang direncanakan dengan pendekatan ekologis. Peserta sayembara diberi kebebasan untuk menyediakan berbagai fasilitas yang terkait dengan wisata resort, misalnya wisata pantai dengan fasilitas penginapan seperti hotel, cottage, villa dengan kelengkapan fasilitas pendukungnya. Pada Zona ini terdapat salah satu entrance kawasan dari sisi timur Kawasan Babel Eco-Park . Seperti halnya Zona A dan B, seluruh fasilitas fisik pada zona ini hanya diperbolehkan menggunakan 15% dari luas total lahan dan lahan lainnya harus dihijaukan kembali dengan menggunakan tanaman keras lokal di Bangka Belitung.

Gambar 3.5 Suasana Kawasan Pantai

D. ZONA PRESERVASI ( +/- 90 ha)

Zona ini disebut dengan zona peservasi karena dalam zona ini peserta sayembara tidak diperkenankan melakukan intervensi fisik apapun; kecuali pada bagian entrance area gerbang I dan penataan landscape di sepanjang jalan permukiman. Peserta diharapkan dapat mengintegrasikan keberadaan permukiman eksisting dalam proses pengembangan kawasan yang ditunjukkan melalui konsep pengimplementasiannya.

Dalam zona ini terdapat perumahan penduduk yang tumbuh secara linier mengikuti jalan (lihat peta). Perumahan ini sudah berdiri sejak tahun 1920an dengan kelengkapan fasilitas ibadah (bangunan kelenteng) dan pekuburan Cina. Secara umum masyarakat yang terdiri dari beragam etnis yang tinggal di zona ini melakukan aktivitas sehari-hari seperti: berkebun sayuran dan beternak (babi, sapi, ayam) di halaman atau sekitar rumah.

Gambar 3.6 Pemukiman Penduduk dan Pekuburan Cina

Di luar ke empat zona diatas, terdapat beberapa area reklamasi di lahan pasca tambang dengan menggunakan pohon sawit dan pohon akasia (acacia mangium) (lihat peta).

Gambar 3.7 Daerah Reklamasi Pasca Tambang

Para peserta sayembara diminta untuk mengintegrasikan area lahan reklamasi tersebut dengan usulan fasilitas agrowisata pada lahan seluas +/- 100 ha berupa kawasan pertanian (hortikultur), peternakan (misalnya: ayam, bebek, rusa, sapi dan lain-lain), perkebunan (tanaman buah, tanaman hias, tanaman herbal dan lain-lain) beserta sarana pendukungnya. Fasilitas agrowisata ini dapat berupa lahan terpusat maupun lahan yang tersebar di seluruh kawasan tergantung dari konsep yang diusulkan oleh peserta sayembara. Luas lahan lainnya harus dihijaukan kembali dengan menggunakan tanaman keras lokal Bangka Belitung.

Gambar 3.8 Kolong-kolong pasca Tambang
(kolong kering dan kolong basah)

TAHAPAN

TAHAPAN SAYEMBARA

Sayembara dilaksanakan dalam 2 (dua) tahap sebagai berikut:

Tahap I : MASTERPLAN seluas +/- 1100 ha

Pada tahap pertama ini, peserta TIDAK diwajibkan untuk melakukan survey ke lokasi sayembara

Keluaran:

A. MASTERPLAN skala 1:5000 yang menunjukkan:

  • Sistem dan blok massa bangunan
  • Sistem sirkulasi dan pencapaian, termasuk pola jalan
  • Sistem ruang terbuka, termasuk pola vegetasi

B. POTONGAN TAPAK (selected only)

Potongan melintang dan/atau memanjang skala 1:5000/1000 (atau dalam skala batang dengan skala yang ditentukan sendiri oleh peserta) khusus pada bagian tertentu pada zona A, Zona B dan zona C. Potongan yang dipilih sebaiknya yang dapat menunjukkan kekuatan dari konsep sayembara ini

C. SKETSA SUASANA dari setiap zona yang direncanakan (tanpa skala)
D. SKETSA IDE 3 entrance kawasan (tanpa skala)
E. KONSEP dan ANALISIS kawasan yang meliputi konsep vegetasi, reklamasi lahan, pemberdayaan masyarakat.

Catatan:
10 karya Terpilih dari Tahap I sayembara ini akan dipresentasikan oleh perwakilan peserta sayembara pada acara workshop di kota Pangkalpinang,

Tahap II : SITEPLAN pada 3 ZONA

10 Peserta terbaik akan diikutsertakan pada Sayembara Tahap II. Peserta akan diundang ke Bangka atas biaya panitia (masing-masing tim disediakan akomodasi dan transportasi untuk 2 orang) untuk meninjau lokasi.

Pada tahap ini, Peserta diminta untuk mengembangkan rancangan pada 3 Zona, yang meliputi Zona A: Riset dan Edukasi, Zona B: Zona Rekreasi, dan Zona C: Eco-Resort). Selain itu, Peserta juga diminta untuk mengembangkan rancangan 3 Gerbang yang telah digagas pada tahap sebelumnya.

Keluaran:

A. SITE PLAN skala 1:2000
B. POTONGAN TAPAK skala 1:200/500 (atau skala batang dengan skala pilihan peserta)
C. DETAIL-DETAIL KHUSUS skala 1:100/200 (atau skala batang dengan skala pilihan peserta)
D. SKETSA SUASANA (tanpa skala)
E. Denah, Tampak dan Potongan 3 Gerbang kawasan skala 1:100/200 (atau skala batang dengan skala pilihan peserta) dan sketsa (tanpa skala)
F. ELABORASI KONSEP dan ANALISIS PADA 3 ZONA dalam Buku Laporan (ukuran A4, maksimal 30 halaman).

MEKANISME & JADWAL

Kepesertaan

Sayembara ini terbuka untuk Warga Negara Indonesia baik yang berada di Indonesia maupun di luar Indonesia. Peserta merupakan kelompok/tim yang di dalamnya terdapat anggota yang memiliki keahlian perancangan/desain kawasan/lanskap. Masing-masing peserta harus mencantumkan CV.

Pendaftaran dan Biaya Peserta Sayembara

1. Peserta TIDAK dikenakan biaya pendaftaran
2. Pendaftaran dilakukan secara on-line; batas waktu pendaftaran terakhir adalah 21 Januari 2010
3. Kerangka Acuan Kerja (KAK) dapat diunduh melalui www.sayembara-babel.com

Setiap peserta akan mendapatkan nomor pendaftaran berikut nama samaran.

Penilaian
Panitia Sayembara melakukan seleksi awal dengan pemeriksaan kelengkapan persyaratan dan administrasi peserta. Bagi peserta yang tidak lengkap persyaratan dan administrasinya, hasil karyanya tidak akan diikutsertakan dalam penilaian dan penjurian lebih lanjut.

Dewan Juri
Dewan juri berikut telah ditunjuk untuk menilai karya yang masuk dan akan memilih pemenang-pemenang kompetisi, sebagai berikut:

• Dr. Ir. Rini Raksadjaja, MSA. (ITB) (Ketua Dewan Juri)
• Dr. Eddy Nurtjahya (Universitas Bangka Belitung-UBB)
• S. Sekartjakrarini, Ph.D., (Pakar Perencanaan Kawasan Konservasi dan Pariwisata)
• Dr. Ir. Budi Faisal, MAUD, MLA. (ITB)
• Dr. Nizar Nasrullah (IALI)

Keputusan juri adalah final dan tidak dapat diganggu gugat.

Sistem Penilaian

Sayembara ini merupakan sayembara 2 (dua) tahap yang dinilai oleh tim juri dari ITB, IALI, UBB dan Pakar Hutan Nasional. Tim juri tidak menerima tanya jawab langsung ataupun korespondensi dengan peserta. Keputusan juri bersifat final dan tidak bisa diubah.

Pada Tahap I, Juri akan memilih 10 (sepuluh) karya terbaik. Selanjutnya seluruh peserta terpilih akan diundang ke lokasi (Bangka) atas biaya panitia (masing-masing peserta akan dibiayai untuk 2 (dua) orang). Pada kesempatan ini perwakilan peserta terpilih diminta mempresentasikan karyanya pada acara Workshop di kota Pangkal Pinang, Bangka.

Pada Tahap II, akan dilakukan penilaian untuk menetapkan urutan Juara I,II,III,IV,V dan 5 Juara Harapan.

Penghargaan

Juara 1 Rp 60 juta
Juara 2 Rp 30 juta
Juara 3 Rp 20 juta
Juara 4 Rp 15 juta
Juara 5 Rp 10 juta
Harapan 1s/d 5 @ RP 5 juta untuk 5 peserta

*) Pajak ditanggung oleh peserta
Semua peserta yang telah memasukkan karyanya akan mendapatkan SERTIFIKAT KEIKUTSERTAAN.

Jadwal Pelaksanaan

31 Desember 2009 Launching Sayembara dan Publikasi
21 Januari 2010 Akhir Pendaftaran peserta
1 Januari – 14 Februari 2010 Sayembara Tahap 1
15 – 17 Februari 2010 Penjurian Tahap 1 & Pengumuman Nominee
17 Februari – 17 Maret 2010 Sayembara Tahap 2
18 – 20 Maret 2010 Penjurian Tahap 2 dan Pengumuman Pemenang

PERSYARATAN

Persyaratan Teknis Sayembara

Format

Sayembara TAHAP I
Peserta diminta untuk memasukkan karyanya pada format A0 susunan horisontal (landscape) maksimal 3 (tiga) lembar. Pada gambar karya tidak diperkenankan untuk mencantumkan identitas kecuali nomor pendaftaran dan nama samaran peserta (yang ditentukan oleh panitia) pada sudut kanan atas gambar

Sayembara TAHAP II
Peserta diminta untuk memasukkan karyanya pada format ukuran 80X200 cm susunan vertikal maksimal 5 (lima) lembar.

Seluruh materi Gambar Karya juga diminta untuk disertakan datanya ke dalam CD-R untuk keperluan dokumentasi penyelenggara, ke dalam data file maksimum sebesar 10MB, dalam bentuk format jpeg per halaman gambar. Format penamaan file adalah sebagai berikut:
No. urut pendaftaran – nama samaran – no.lembar.
Contoh: 01 – Sungailiat – 01 dst. (no. pendaftaran 01, nama samaran Sungailiat, no. lembar 01)
.

Menyertakan formulir nama peserta dan kelompoknya yang telah diisi untuk keperluan identitas pada sertifikat. Formulir ini di masukkan ke dalam sebuah amplop tertutup. Untuk menjaga kerahasiaan dalam penjurian, peserta harus memasukkan Karyanya (Gambar, CD-R dan Nama peserta) kedalam amplop tertutup dan tidak diperkenankan mencantumkan identitas pada panel gambar tersebut kecuali Nomor Pendaftaran Peserta dan Nama Samaran pada sudut kanan atas dan Judul Sayembara.

Hak Cipta dan Publikasi
Dengan mengikuti kompetisi ini berarti peserta setuju untuk berpartisipasi dalam segala jenis publikasi tentang kompetisi serta mengijinkan karyanya diikutsertakan dalam pameran publik, dicetak dan digunakan dalam publikasi dalam bentuk apapun. Seluruh karya akan menjadi milik Panitia.

Perubahan & Perbaikan Peraturan
Panitia Pelaksana berhak menunda, mengubah atau memperbaiki peraturan pelaksanaan sayembara ini apabila dianggap perlu.

Pemasukan Karya
Karya dimasukkan dalam satu paket dan diantar/dikirim kepada panitia penyelenggara dengan alamat :

Sekretariat Panitia Sayembara Bangka-Belitung Eco-Park
Lt Basement Gd. Lab.Tek.IXB (Arsitektur) ITB
Jl. Ganesa 10 Bandung 40132 INDONESIA
Contact Person : Eric Baroroh (+62-08170231853)

DAFTAR

Dokumen Lampiran Sayembara

Lampiran 1Peta CAD dan Foto Udara

Lampiran 2Contoh karya MasterPlan dan SitePlan

Lampiran 3Foto-foto Lokasi

Lampiran 4 – Vegetasi P.Bangka

Formulir Pendaftaran Peserta Sayembara

Download – Formulir Pendaftaran


Penyelenggara :

SAPPK – ITB

Bekerjasama dengan :
SUMBER : http://www.sayembara-babel.com/

SAYEMBARA DESAIN ARSITEKTUR ITB

PENGANTAR

Institut Teknologi Bandung (ITB) merupakan salah satu institusi pendidikan terkemuka di Indonesia. Lulusannya telah menempati berbagai kedudukan yang tinggi dan diperhitungkan oleh dunia industri. ITB juga merupakan salah satu institusi riset dan pengembangan terdepan di Indonesia yang memiliki warisan budaya yang ditinggalkan oleh Bangsa Belanda pada tahun 1920.

Berangkat dari hal tersebut, ITB tengah mengembangkan keberadaan dan reputasinya menjadi institusi yang lebih bersaing dengan perguruan tinggi terkemuka lain di dunia. Untuk itu, ITB bermaksud menyediakan berbagai fasilitas baru berstandar internasional dengan tetap memperhatikan cagar budaya yang ada di dalam kampusnya.

Mulai tahun 2010 ITB berencana membangun 4 (empat) gedung baru dengan ketinggian bangunan hingga 10 lantai. Keempat bangunan tersebut akan didirikan di dalam lingkungan bersejarah Kampus Ganesha di bagian utara. Pembangunan tersebut akan didanai sebagian oleh pinjaman dari the Japan International Cooperation Agency (JICA) dan sebagian oleh Pemerintah Indonesia.

Bentuk arsitektur yang baru harus dapat mewadahi pandangan dan kebutuhan di masa depan serta mencerminkan inovasi dan aspirasi ITB. Dalam rangka menyediakan fasilitas-fasilitas baru dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan ini, ITB bermaksud untuk mengundang para arsitek terbaik Indonesia untuk menunjukkan talenta kreatif dan motivasi mereka dalam sayembara desain arsitektur berskala nasional ini.

Tujuan dari sayembara desain arsitektur ini adalah untuk mendapatkan rancangan skematik arsitektural terbaik untuk empat buah gedung serta desain ulang Gerbang Utara Kampus ITB, yang semuanya akan merupakan karya asli arsitek Indonesia. Desain skematik tersebut pada tahun 2010 akan dikembangkan lebih lanjut dalam bentuk dokumen teknik yang akan digunakan dalam proses konstruksi.

PENJELASAN



map ITB


Sayembara Paket I

Paket kompetisi ini terdiri dari usulan desain awal (Preliminary Design) dari tiga buah gedung dan desain ulang Gerbang Utara Kampus ITB. Ketiga gedung tersebut terletak pada bagian utara kampus ITB, dengan rincian sebagai berikut:

1. Center for Advanced Studies (CAS)
Gedung pertama adalah Gedung Center for Advanced Studies (CAS) yang akan berlokasi pada posisi 6°53'18" LS, 107°36'41" BT, di sebelah timur Perpustakaan Pusat ITB. Pool kendaraan yang kini terdapat di lokasi tersebut akan dibongkar sebelum konstruksi dimulai. Di dalam gedung ini terdapat beberapa laboratorium sains tingkat lanjut, yang akan menjadi sarana penelitian sains terdepan yang akan digunakan oleh peneliti dari berbagai program studi dari dalam maupun dari luar ITB. Gedung ini juga akan digunakan oleh Program Studi Matematika dan Program Studi Astronomi ITB. Gedung CAS ini dapat dirancang hingga memiliki ketinggian hingga 10 lantai dan luas lantai total 8.340 meter persegi.

map ITB
Gambar 1. Lahan CAS, dilihat dari arah timur.

2. Center for Research and Community Services (CRCS)
Gedung kedua adalah Gedung Center for Research and Community Services (CRCS). Gedung ini akan berlokasi di sekitar titik 6°53'16" LS, 107°36'42" BT, atau di timur laut kampus, dimana saat ini terletak kantor LAPI ITB dan Puslog ITB yang akan dibongkar sebelum konstruksi dimulai. Di dalam gedung ini akan terdapat beberapa ruang kantor dan ruang pertemuan dari berbagai organisasi yang terdapat di ITB yang berkaitan dengan riset dan pelayanan masyarakat. Gedung ini dirancang untuk memiliki luas lantai total 6.960 meter persegi.

Gedung CRCS ini terdiri atas sebuah podium dan sebuah massa bangunan utama. Sebuah ruang serbaguna (RSG) harus disediakan pada lantai tiga atau empat yang merupakan lantai teratas podium dari gedung CRCS ini. RSG ini akan digunakan sebagai ruang pertemuan, ruang olah raga indoor dan fasilitas pelatihan bagi mahasiswa dan dosen. RSG ini harus memiliki ukuran minimal 20m x 30m, dapat dijangkau dari tangga dalam maupun dari lobi bangunan utama, juga harus dapat dijangkau setidaknya dari satu buah tangga luar. Massa bangunan utama gedung CRCS dapat dirancang dengan ketinggian hingga 10 lantai.

Saat ini di antara kedua lokasi dari CRCS dan CAS terdapat akses jalan kendaraan. Jalan yang menghubungkan antara utara dan pusat kampus ini harus dipertahankan dan diakomodasi dalam desain. Tempat parkir pada level dasar lahan harus dimasukkan dalam lahan rancangan.

map ITB
Gambar 2. Lahan CRCS, dilihat dari arah barat daya. Gedung yang ada akan dibongkar sebelum konstruksi.

3. Center for Arts, Design and Language (CADL)
Gedung ketiga yang merupakan bagian dari paket 1 adalah Gedung Center for Arts, Design and Language (CADL) yang akan berlokasi di sekitar titik 6°53'18" LS, 107°36'34" BT, yaitu di sebelah barat Gedung PAU, dimana saat ini terdapat sebuah Gedung Serba Guna (GSG) sementara. GSG ini akan dibongkar sebelum pelaksanaan konstruksi.

Gedung CADL akan diisi dengan fasilitas-fasilitas baru untuk Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) dan untuk Pusat Bahasa ITB. Fasilitas untuk Pusat Bahasa ITB harus diletakkan di bagian utara gedung pada lantai bagian bawah dengan pintu masuk tersendiri yang menghadap ke sisi utara. Fasilitas pusat bahasa ini akan digunakan oleh mahasiswa dan dosen ITB serta pengunjung dari luar ITB. Pintu masuk ke fasilitas FSRD harus menghadap ke sisi selatan. Ruang lobi dari kedua institusi tersebut harus dirancang sehingga pengunjung dari sisi selatan tidak mengganggu pengunjung dari sisi utara, dan sebaliknya. Gedung baru ini dapat dirancang dengan ketinggian hingga 10 lantai dengan luas lantai total 8.000 meter persegi. Ketiga gedung diharapkan memiliki identitas masing-masing yang memiliki kaitan dengan keberadaan fasilitas-fasilitas yang terdapat di tiap gedung.

map ITB
Gambar 3. Lahan CADL, dilihat dari arah utara. Gedung GSG akan dibongkar sebelum konstruksi.

Tiap gedung harus memiliki tempat parkir pada level dasar.

Cakupan perancangan Sayembara Paket 1 harus mengikutsertakan rancangan ulang dari Gerbang Utara kampus ITB yang berada pada titik 6°53'15.85" LS, 107°36'37.45" BT. Gerbang utara utama ini harus didesain dengan mengutamakan pedestrian dengan kemungkinan penggunaan sebagai akses servis sementara atau emergency.

Sebuah gerbang jalur kendaraan harus didesain pula dengan menghubungkan Jalan Tamansari/Dayang Sumbi pada sisi utara dengan jalan eksisting di antara gedung CAS and CRCS.

Sayembara Paket II

Sayembara Paket 2 terdiri dari atas perancangan satu Gedung Center for Infrastructure and Built Environment (CIBE). Gedung ini akan dibangun di sekitar titik 6°53'29" LS, 107°36'31" BT, yaitu di sebelah barat Gedung Program Studi Fisika dan Program Studi Teknik Sipil, dan sebelah utara dari Gedung Basic Science. Gedung CIBE ini akan diisi dengan fasilitas laboratorium dan kantor untuk Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB. Gedung ini akan memiliki 10 lantai dengan 1 lantai basement dan luas lantai total 11.000 meter persegi.

Akses sementara selama konstruksi akan dibuat melalui Jalan Tamansari ke sebelah barat lokasi gedung agar kegiatan konstruksi tidak mengganggu kegiatan kampus sehari-hari. Perlu diperhatikan bahwa permukaan dasar lahan ini terletak 3 meter lebih tinggi dibandingkan dengan permukaan Jalan Tamansari. Beberapa fasilitas tertentu di dalam gedung CIBE membutuhkan akses langsung dari jalan. Untuk itu dapat dibuat akses langsung dari Jalan Tamansari menuju ke fasilitas tersebut. Akan tetapi akses langsung dari Jalan Tamansari ke gedung baru tersebut tidak boleh memotong jalan Lingkar Barat dalam kampus yang terbentang antara gedung ini dengan Jalan Tamansari.

Mengingat terbatasnya lahan dan tingginya permintaan kegiatan yang harus ditampung, perlu diperhatikan masuknya cahaya alami ke semua ruangan di dalam gedung CIBE. Kondisi ini akan mempengaruhi sirkulasi dan perletakkan massa fasilitas-fasilitas yang akan ditampung.

map ITB
Gambar 4. Lahan CIBE, dilihat dari arah timur laut. Gedung yang ada akan dibongkar sebelum konstruksi.

Kriteria Umum Perancangan

Perlu diperhatikan bahwa rancangan yang akan diajukan hendaknya memenuhi kriteria berikut ini:
  • Isu keberlanjutan, terutama isu gedung dengan perawatan mudah dan murah (low maintenance building)
  • Memperhatikan konsep bangunan hijau, terutama konsep gedung dengan konsumsi energi yang rendah
  • Merespon kondisi khusus dari masing-masing gedung
  • Kepraktisan sistem konstruksi dan biaya konstruksi yang rendah (biaya konstruksi antara Rp. 4 juta hingga Rp. 4,5 juta per meter persegi)
  • Memperhatikan ketahanan struktur terhadap gempa
  • Memperhatikan desain dan akses bagi penyandang cacat
  • Mempertahankan lingkungan yang ramah terhadap pejalan kaki dalam kampus ITB
  • Mempertahankan suasana hijau lingkungan kampus ITB

JADWAL SAYEMBARA

Pendaftaran on-line 11 Januari 2010 - 8 Februari 2010
Tanya Jawab on-line 11 Januari 2010 - 10 Februari 2010
(Jawaban akan diterbitkan setiap dua pekan)
Pengumpulan Paket 1 : 15 Februari 2010
Paket 2 : 22 Februari 2010
Pameran 27 Februari - 1 Maret 2010
Penjurian 2 Maret 2010
Pengumuman Pemenang 8 Maret 2010
Penyerahan Hadiah 8 Maret 2010
Penandatanganan kontrak pengembangan
desain pasca sayembara
8 Maret 2010
Proses pengembangan desain awal pasca sayembara 8 Maret - Juli 2010


PERSYARATAN SAYEMBARA



1. Peserta

Sayembara Desain ITB ini terbuka bagi seluruh arsitek berwarga negara Indonesia baik secara individu maupun tim yang bertempat tinggal di Indonesia maupun di luar negeri. Untuk peserta tim, setidaknya dua orang anggota tim memiliki gelar setingkat Sarjana Teknik di bidang arsitektur.

Juri, konsultan teknik, panitia sayembara beserta pegawai atau anggota keluarganya tidak diperkenankan mengikuti sayembara ini.


2. Pendaftaran

Untuk mendaftar sebagai peserta sayembara diharuskan untuk mengisi Formulir Pendaftaran Elektronik secara on-line pada situs sayembara di internet. Biaya pendaftaran yang dikenakan adalah Rp. 300.000,00 untuk mengikuti sayembara Paket 1, dan Rp. 200.000,00 untuk mengikuti sayembara Paket 2. Biaya pendaftaran tidak dapat dikembalikan, dan dilakukan dengan cara mentransfer ke rekening bank panitia sayembara.

Calon peserta diminta mengirimkan salinan digital (scan) Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Pasport Republik Indonesia serta ijasah pendidikan terakhir dari setidaknya dua orang anggota (pendaftar tim) yang memiliki tingkat pendidikan setidaknya setingkat Sarjana. Persyaratan ini harus disertakan bersamaan dengan formulir registrasi. Calon peserta dapat mendaftar untuk salah satu maupun kedua paket sayembara. Satu pendaftaran hanya dapat memasukkan satu karya saja.

Masing-masing pendaftar yang telah memasukkan Formulir Pendaftaran dan Pembayaran Pendaftaran akan menerima pemberitahuan dari panitia yang berisi konfirmasi pendaftaran dan identitas khusus yang harus digunakan untuk pemasukan karya. Identitas khusus tersebut juga dapat digunakan oleh peserta yang telah terdaftar untuk mengakses situs sayembara yang di dalamnya terdapat data yang dibutuhkan untuk perancangan, Frequently Asked Question and Answer, tabel kebutuhan ruang, peta digital, foto lahan dan lingkungan.

Identitas khusus tersebut juga dapat digunakan pagi para peserta terdaftar untuk mengirimkan pertanyaan berkaitan dengan informasi terkini seputar sayembara. Identitas khusus ini juga adalah satu-satunya identitas yang boleh ditampilkan dalam pemasukan karya.

3. Pertanyaan dan Korespondensi

Hanya peserta yang terdaftar yang telah memiliki identitas khusus dari panitia yang dapat mengajukan pertanyaan terkait dengan sayembara selama masa yang ditentukan dengan cara mengirimkan e-mail kepada panitia sayembara. Panitia akan menjawab pertanyaan dari peserta melalui situs sayembara pada bagian Frequently Asked Question (FAQ). Pertanyaan serupa dari peserta yang lain akan dijawab sekaligus secara umum.

Pertanyaan dan Jawaban akan tetap ditampilkan di situs sayembara hingga situs ditutup setelah pengumuman hasil sayembara. Pertanyaan akan dikumpulkan dan dijawab secara berkala tiap dua pekan antara 11 Januari 2009 hingga 10 Februari 2010.

4. Panitia Sayembara

Panitia sayembara adalah satu-satunya yang berwenang menjalin komunikasi atara peserta dengan juri. Panitia sayembara akan sebaik mungkin menjaga kerahasiaan identitas peserta dan integritas proses sayembara.

Panitia sayembara tidak akan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh mereka yang bukan peserta terdaftar sayembara ini.

5. Materi Pengumpulan

Peserta diharuskan memasukan karya yang terdiri dari dokumen gambar tercetak dan file digital. Dokumen-dokumen tersebut harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

Seluruh materi sayembara harus diserahkan pada satu waktu dalam satu buah amplop besar. Identitas khusus yang diberikan panitia harus dituliskan pada amplop, tiap panel, CD dan kotak CD, dengan font huruf Arial warna hitam. Bentuk identitas lain tidak diperbolehkan dicantumkan di dokumen sayembara manapun. Setiap identitas lain yang dicantumkan akan mengakibatkan peserta gugur (terdiskualifikasi) dari sayembara.

Pemasukan sayembara harus diserahkan dalam bentuk cetak dan file digital. Latar belakang gambar harus berwarna putih dicetak pada kertas ukuran A1 dan ditempel pada ultra board 3mm warna hitam ukuran A1.

Standar ukuran yang digunakan dalam rancangan adalah metric, dan seluruh teks harus menggunakan bahasa Indonesia.

Identitas khusus dan nomor halaman harus diletakkan di sebelah pojok kanan seperti terlihat pada gambar dengan font Arial ukuran 2cm berwarna hitam.

File digital harus diserahkan dalam format pdf (non protected) ukuran A1 dalam satu keping CD. Di dalam CD harus terdapat file digital yang sama dari gambar-gambar yang dicetak dan ditempel. Nama file harus ditulis mengikuti tata penulisan berikut (bahasa Indonesia): paket sayembara-nomor halaman-kode identitas. Contoh: paket1-halaman1-ABC.pdf

Tabel-tabel harus dicetak pada lembar terpisah ukuran A4, dan file digitalnya harus disertakan dalam CD. Identitas khusus harus dituliskan pada pojok kanan bawah di tiap halamannya (lihat gambar).

Persyaratan untuk Paket 1
Pemasukan gambar untuk Sayembara Paket 1 hanya dibatasi 5 (lima) lembar A1, sudah termasuk di dalamnya, namun tidak terbatas, hal-hal berikut:
  • Site plan yang memperlihatkan ketiga gedung yang dirancang, outline gedung PAU, Perpustakaan Pusat ITB dan desain Gerbang Utara ITB serta batas pagar kampus ITB, dengan skala 1:400.
  • Denah tiap-tiap lantai dari ketiga gedung yang dirancang, dengan skala 1:400.
  • Dua potongan dan dua tampak dari tiap-tiap gedung yang dirancang, dengan skala 1:400.
  • Satu gambar perspektif dari masing-masing Gedung CADL, CRCS dan CAS.
  • Gambar perspektif Gedung CADL dan CRCS dapat disatukan dalam satu set gambar.
  • Gambar tampak dan perspektif dari rancangan Gerbang Utara ITB.
  • Pernyataan konsep dalam bahasa Indonesia dengan font Arial, ukuran tidak lebih kecil dari 12pt.
  • Ringkasan luasan ruang tiap lantai dari masing-masing gedung.
Peserta juga harus menyerahkan tabel perhitungan luas ruang di tiap-tiap lantai dari masing-masing gedung pada lembar terpisah ukuran A4.

Persyaratan untuk Paket 2
Pemasukan gambar untuk Sayembara Paket 2 hanya dibatasi 2 (dua) lembar A1, sudah termasuk di dalamnya, namun tidak terbatas, hal-hal berikut:
  • Site plan memperlihatkan gedung CIBE yang dirancang, outline gedung Prodi Fisika, gedung Prodi Teknik Sipil dan gedung Basic Science dan posisi Jalan Tamansari di sebelah barat gedung rancangan, dengan skala 1:400.
  • Denah tiap-tiap lantai dari gedung CIBE yang dirancang, dengan skala 1:400.
  • Dua potongan timur-barat, satu potongan utara-selatan dan empat tampak, dengan skala 1:400.
  • Satu gambar perspektif Gedung CIBE.
  • Pernyataan konsep dengan font Arial, ukuran tidak lebih kecil dari 12pt.
  • Ringkasan perhitungan luasan ruang tiap lantai.
Peserta juga harus menyerahkan tabel perhitungan luas ruang di tiap-tiap lantai pada lembar terpisah ukuran A4.

6. Kerahasiaan Identitas

Kerahasiaan identitas harus dijaga oleh masing-masing peserta selama sayembara. Identitas yang digunakan hanya kode identitas khusus yang diberikan panitia yang ditulis pada tiap-tiap materi sayembara. Semua pemasukan harus terbebas dari tanda identitas lainnya, seperti nama pribadi, inisial, logo, nama perusahaan, dll. Pelanggaran atas hal ini akan secara otomatis menggugurkan keikutsertaan (diskualifikasi). Peserta tidak diperbolehkan memamerkan karya yang diikutkan dalam sayembara dalam bentuk apapun hingga pengumuman pemenang sayembara. Pelanggaran terhadap hal ini akan secara otomatis menggugurkan keikutsertaan (diskualifikasi).

7. Pengumpulan

Penyerahan harus dilakukan secara sekaligus dalam kemasan amplop tertutup kepada:

Panitia Sayembara Desain Arsitektur ITB
UPT Logistik
Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10
Bandung 40132


Penyerahan materi pengumpulan akan dilayani oleh panitia pada alamat di atas hingga Senin, 15 Februari 2010 pukul 16.00 WIB (untuk Sayembara Paket 1), dan Senin, 22 Februari 2010 pukul 16.00 WIB (untuk Sayembara Paket 2).

Kode identitas harus tertera dengan jelas di sampul depan berkas. Pengiriman terhadap berkas tersebut merupakan tanggung jawab penuh peserta. Panitia sayembara tidak dapat menerima keterlambatan dengan alasan apapun.

Karya yang telah diterima panitia tidak akan dikembalikan. Peserta hendaknya memiliki salinan berkas yang dikumpulkan.

Panitia akan menjaga berkas yang telah diterima sebaik mungkin.

8. Proses Penilaian

Setiap karya yang masuk harus memenuhi seluruh syarat administrasi, teknik, fungsional dan kriteria desain. Tahap awal, seluruh berkas yang masuk akan diperiksa oleh panitia sayembara menyangkut persyaratan administrasi, antara lain status kepesertaan dan format penyajian. Berkas yang tidak memenuhi syarat administrasi tidak dapat diikutkan dalam proses seleksi selanjutnya.

Berkas yang memenuhi syarat administrasi akan dipamerkan. Selama pameran, calon pengguna gedung akan mengevaluasi karya berdasarkan kebutuhan fungsional. Hasil evaluasi dan komentar terhadap karya yang masuk akan menjadi masukan bagi juri.

Pada waktu yang bersamaan, konsultan tim teknis yang ditunjuk oleh ITB juga akan melakukan evaluasi berdasarkan kriteria teknis. Laporan evaluasi teknis yang mereka hasilkan akan diberikan kepada dewan juri.

Dalam rangka memilih pemenang, kelima anggota dewan juri akan memperhatikan seluruh laporan terkait aspek fungsi dan teknis serta keterpenuhan kriteria desain yang diminta.

Pada tahap ini, sebuah karya akan gugur atau diskualifikasi, jika:
  • Identitas peserta diketahui oleh dewan juri atau hal-hal lain yang merusak asas kerahasiaan identitas.
  • Peserta mencoba mempengaruhi anggota dewan juri.
  • Peserta mencoba mempengaruhi keputusan dewan juri.

9. Juri

Juri Sayembara Paket 1 dan Paket 2 terdiri dari 5 (lima) anggota, yaitu:
  • Ir. Endy Subijono, IAI, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia
  • Dr. Ir. Iwan Sudradjat, MSA, Dekan Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB
  • Louise Cox, Presiden UIA (The International Union of Architects)
  • Prof. Ir. Gunawan Tjahjono, Ph.D., M.Arch., IAI, Dosen Arsitektur Universitas Indonesia
  • Ir. R. Muslinang Moestopo, MSEM, Ph.D., Ahli rekayasa struktur, Staf Ahli Wakil Rektor Bidang Organisasi dan Perencanaan ITB.

10. Keputusan Sayembara

Keputusan dewan juri adalah final dan tidak dapat diganggu gugat.

Dewan juri akan memberikan laporan menyangkut alasan keputusan pemenang. Salinan laporan tersebut akan ditampilkan pada situs sayembara di internet.

Hasil sayembara akan diumumkan kepada umum melalui situs sayembara di internet. ITB dapat mempublikasikan seluruh atau beberapa dari karya yang masuk. ITB akan melakukan pameran terhadap seluruh atau beberapa karya terpilih, dan seluruh peserta harus menyetujui karyanya untuk dipamerkan, dimana hal ini merupakan salah satu syarat keikutsertaan dalam sayembara.

11. Hadiah


Paket 1 (Gedung CRCS, CAS, dan CADL) Paket 2 (Gedung CIBE)
Juara 1
Juara 2
Juara 3
Rp 100,000,000
Rp 30,000,000
Rp 20,000,000
Juara 1
Juara 2
Juara 3
Rp 60,000,000
Rp 20,000,000
Rp 10,000,000

Jumlah tersebut belum dipotong pajak.

12. Hak Cipta

Dengan menerima hadiah sayembara, maka pemenang juara 1 sayembara telah setuju untuk menyerahkan hak cipta atas rancangannya kepada ITB. Dengan demikian, ITB dengan bantuan konsultan teknis memiliki hak untuk melakukan perubahan minor maupun mayor dari karya pemenang tersebut untuk menyesuaikan kebutuhan ITB dan pengguna terkait.

Berkas dan karya peserta yang telah diserahkan kepada panitia sayembara tidak dikembalikan kepada peserta. Semua peserta akan tetap memiliki hak cipta atas karya masing-masing, kecuali hak cipta atas rancangan pemenang 1 sayembara yang akan menjadi milik ITB.

ITB memiliki hak terhadap penerbitan, pameran, foto, arsip, data elektronik, duplikat dan rekaman terhadap karya yang masuk secara utuh maupun sebagian selama terkait dengan proses sayembara.

13. Implementasi dari Desain Pemenang

Proyek ITB akan diimplementasikan dengan proses konsultasi desain internasional sesuai persyaratan dari JICA. Proses konsultasi ini akan melibatkan Project Management Services (PMS) dan Engineering Services Consultant (ESC) yang akan dipilih melalui lelang internasional.

ESC yang terpilih akan bekerjasama dengan arsitek pemenang sayembara paket 1 maupun paket 2 untuk mengembangkan desain awal hingga rancangannya disetujui oleh perwakilan dari ITB. Namun demikian, ESC saja yang akan mengurus seluruh pengembangan desain secara detail, dokumen kontrak, lelang, pengawasan konstruksi dan monitoring pasca penyelesaian dan evaluasi bangunan dan peralatan.

Ada kemungkinan bahwa rancangan yang menang akan mengalami perubahan terkait dengan kebutuhan fungsional dan teknis. Pemenang paket 1 maupun paket 2 akan diundang oleh ESC untuk mengembangkan desain awalnya di Bandung.

Arsitek atau ketua tim pemenang paket 1 akan diundang sebanyak 8 kali selama 3 bulan oleh ESC untuk datang ke Bandung dan bekerja bersama dengan ESC untuk mengembangkan desainnya. Untuk itu, ia akan mendapatkan imbalan setara dengan perhitungan 21 orang-hari.

Arsitek atau ketua tim pemenang paket 2 akan diundang sebanyak 6 kali selama 3 bulan oleh ESC untuk datang ke Bandung dan bekerja bersama dengan ESC untuk mengembangkan desainnya. Untuk itu, ia akan mendapatkan imbalan setara dengan perhitungan 15 orang-hari.

Kepada para pemenang yang berdomisili di luar kota Bandung, ITB akan menyediakan akomodasi hotel di Bandung dan biaya transportasi dari kota tempat tinggalnya di Indonesia ke Bandung (PP). Jika pemenang berdomisili di luar Indonesia, maka transportasi yang akan diberikan adalah hanya dari Jakarta ke Bandung (PP).

Apabila pemenang tidak dapat bekerja dengan ESC di Bandung, maka ia dapat mengutus seseorang yang terdaftar sebagai anggota tim sebagai wakilnya selama proses transformasi desain. Orang yang mewakilinya tersebut harus memiliki gelar akademik minimum setara dengan Sarjana Teknik di bidang arsitektur. Salinan identitas dan ijasahnya harus diserahkan sebagaimana persyaratan sayembara.

Seandainya setelah periode 3 bulan tersebut, hasil rancangan belum mendapatkan persetujuan dari ITB, maka ESC akan melanjutkan pengembangan rancangan dari pemenang sayembara tanpa bantuan pemenang sayembara.

PERTANYAAN DAN JAWABAN


ADMINISTRASI

Q : Adakah hal-hal apa sajakah yg dapat menggugurkan peserta?
A : - Terdapat identitas peserta selain yang diberikan oleh panitia dalam karya yg dikumpulkan
- Peserta berusaha mempengaruhi juri dalam bentuk apapun
- Peserta merupakan panitia sayembara, anggota keluarga atau partner/pegawai dari juri
- Gambar tidak sesuai dengan ketentuan (gambar tidak lengkap / melebihi ketentuan)
- Persyaratan pengumpulan dan format gambar tidak dipenuhi
- Identitas peserta (KTP/Paspor dan ijazah) tidak sah

Q : Bagaimana saya dapat melakukan pembayaran?
A : Setelah mengisi formulir pendaftaran on-line, peserta akan mendapatkan e-mail konfirmasi pendaftaran disertai dengan kode invoice dan nomor rekening untuk melakukan pembayaran.

Q : Apakah data peserta yang telah didaftarkan dapat dirubah (dikurangi/ditambah)?
A : Data peserta masih dapat dirubah sampai dengan batas pengumpulan, kecuali perubahan nama dan identitas ketua tim. Perubahan data dapat disampaikan langsung ke email panitia.

Q : Bolehkan anggota tim adalah Warga Negara Asing (WNA)?
A : Boleh. Selama Ketua panitia atau wakilnya yang terlibat dalam revisi desain adalah Warga Negara Indonesia.

Q : Apakah peserta dapat meminta data, peta atau foto tambahan ke panitia sayembara?
A : Akan dipertimbangkan. Jika diberikan, maka akan dapat diakses untuk diperoleh oleh semua peserta.

Q : Apakah akan diadakan aanwijzing di Bandung?
A : Tidak. Semua Tanya jawab akan dilakukan secara on-line.

Q : Berapa jumlah maksimum anggota tim?
A : Panitia tidak membatasi jumlah maksimal anggota tim, namun anggota tim yang akan melakukan revisi desain harus mengirimkan bukti ijazahnya saat pendaftaran.

Update terakhir : Jum'at, 15 Januari 15:20 WIB


Bagi calon peserta yang ingin mendapatkan informasi berkenaan proses administrasi, Anda dapat menghubungi panitia melalui email : jica-sayembara@logistik.itb.ac.id sampai dengan tanggal 8 Februari 2010. Harap mencantumkan "[DC-FAQ]" sebelum judul Subject Email Anda.

DOWNLOADS

Dokumen Sayembara (TOR)
Update terakhir : Jum'at, 15 Januari 2010 10:15 WIB

Download : Dokumen Sayembara (full version)

Perubahan terakhir (15 Januari 2010) :
- 4.2 Pendaftaran

Peta Dasar (Base Map)
Update terakhir : Jum'at, 15 Januari 2010 10:15 WIB

Download : Peta Dasar (Base Map)


Program Ruang (Room Program)
Update terakhir : Jum'at, 15 Januari 2010 10:15 WIB

Download : Program Ruang - PAKET 1

Download : Program Ruang - PAKET 2

Perubahan terakhir (15 Januari 2010) :
- Revisi detail beberapa ruangan

Poster Sayembara Desain Arsitektur
Update terakhir : Senin, 11 Januari 2010 11:15 WIB

Download : Poster Sayembara Desain Arsitektur


SUMBER : http://www.jica-project.itb.ac.id/sayembara/

13.1.10

Hemeroscopium House

ini adalah Hemeroscopium House yang dibangun dari tumpukan konstruksi beton dan besi (yang biasanya dipakai untuk membangun jembatan atau gedung). Rumah ini emang didesain khusus oleh seorang arsitek bernama Antón García yang dibantu tim-nya. Antón García butuh waktu 1 tahun untuk mikirin desainnya, untuk membangun rumah ini hanya perlu 7 hari untuk membangun strukturnya. sebuah eksperiment yang unik.